SEBUT BAWAHAN PEMAKAI JILBAB TAI ASU, KEPALA PUSKESMAS TOWUTI DIPOLISIKAN
  Viewer : 19166 Kali

Lap;Herman. S

Lutim,Libertiekspresa.Com- MULUTMU adalah harimaumu, begitulah pepatah bijak sebagai nasihat kepada setiap orang. Oleh karena itu semua insan diharapkan menjaga lisan agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.

Kalimat kasar yang kerap dilontarkan oleh seorang pimpinan menuai banyak sorotan, seperti halnya kejadian yang dialami salah satu Bidan yang bertugas di Puskesmas Wawondula yang berada di Desa Langkea Raya, Kec.Towuti, Kab. Luwu Timur.

Hasnik Rumbang (38) yang berstatus Bidan tersebut resmi melaporkan pimpinannya yang tak lain adalah H.Sahmuddin, SKM yang menjabat Kepala PKM Wawondula lantaran mengeluarkan kalimat atau umpatan yang diduga kuat mengandung unsur sara dengan sebutan “KUDUNG TAI ASU (Jilbab Tai Anjing)” pada hari Rabu (6/5/2020) yang dialamatkan kepadanya.

“Awalnya saya dan teman-teman tenaga medis sebanyak sembilan orang di panggil ke rumah dinas pak Kapus, sampai disana pak Kapus bilang ada yang¬† mau melakukan tindakan sendiri dalam hal penanganan medis yang kontak dengan orang yang positif hasil Rapid tes nya Tampa instruksi dari dia “. Beber Hasnik

Lanjutnya Hasnik,”pak kapus kemudian menanyai kami satu persatu, ketika giliran saya ditanyai, saya kemudian menjelaskan terkait dalam hal pemberian bantuan kepada sesama rekan bidang namun dia tetap menyalahkan saya sambil mengeluarkan kata kotor, Kudung Tai Asu (ucapnya menirukan)”.

“Semua rekan saya siap menjadi saksi, apa lagi kalimat ini bukan hanya sekali ini keluar dari mulutnya tetapi sering bila menurutnya ada yang tidak sepaham”. Tutupnya

Hasnik yang berstatus PNS ini di dampingi sejumlah tokoh Front Pembela Islam (FPI) Kab. Luwu Timur yang di pimpin Rauf Dewang selaku ketua FPI Luwu Timur di dampingi DPC FPI Kec. Nuha, DPC FPI Kec. Wasuponda serta DPC FPI, Kec. Towuti melaporkan H.Sahmuddin atas kalimat atau umpatan yang diduga mengandung unsur sara di Polsek Towuti pada hari Sabtu (9/5/2020).

Kepada awak media Rauf Dewan selaku ketua FPI Kabupaten Luwu Timur menyebut H.Sahmuddin telah melakukan pelanggaran hukum serius karena telah menodai simbol syiar Islam dan harus diproses hukum.

“Kami mengecam dan memprotes keras perkataan Kepala PKM Wawondula ini terhadap saudari kami, ini jelas bagian dari penistaan agama karena melontarkan kalimat Kudung tai asu (Jilbab tai Anjing)”. Terang Rauf

Lanjut Rauf,”Jadi sebagai umat Islam tidak pantaslah seorang pimpinan mengucapkan kalimat kotor yang menodai simbol syiar islam tersebut terhadap bawahan, apa lagi dia seorang perempuan berhijab”.

“Kami minta agar aparat penegak hukum serius menangani kasus ini”. Tutupnya

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.