OKNUM SATPOL PP YANG MEMUKUL PASUTRI DIGOWA DICOPOT 
  Viewer : 1758 Kali

Gowa,Libertietspress Com|| – Mardani Hamdan Oknum Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang viral beberapa waktu lalu setelah melakukan penganiayaan terhadap pasutri di Gowa saat melakukan penindakan PPKM resmi di copot dari jabatan sebelumnya sekretaris Satpol PP, hal tersebut di ungkap Bupati Gowa, Adnan Puchrita Ichsan, selain melakukan pencopotan terhadap Mardani, Adnan juga turut menegur Pj Sekda Gowa Kamsina setelah dikaitkan atas pemicu pemukulan yang dilakukan Mardani.

“PJ Sekda Gowa, juga telah saya berikan teguran atas jabatannya sebagai Sekda Gowa,” ujar Adnan dalam postingan akun Instagram pribadinya, Sabtu (1/7/2021).

Dalam postingan tersebut, Adnan angkat bicara setelah mengambil tindakan kedipsiplinan dengan mencopot Mardani Hamdan. Pencopotan itu dilakukan karena menurutnya Mardani terbukti melakukan pelanggaran disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mardani telah melanggar kedisiplinan ASN. Atas dasar itu, hari ini, Sabtu, 17 Juli, yang bersangkutan saya copot dari jabatannya,” ungkap Adnan.

Selain itu, Adnan juga menjelaskan bahwa dirinya butuh waktu sebelum benar-benar mencopot Mardani. Sebab, lanjut dia, ada hak praduga tak bersalah yang juga mesti diberikan kepada Mardani sebelum proses pencopotan tersebut.

“Beberapa hari ini, ada yang tanya, kenapa saya tidak langsung saja mencopot yang bersangkutan. Itu karena kita negara hukum, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Makanya dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat, sekaligus pemenuhan hak yang bersangkutan untuk melakukan pembelaan atas perbuatannya,” kata Adnan.

Selain itu, Adnan juga menegaskan telah menyerahkan proses hukum pidana Mardani ke Polres Gowa. “Selanjutnya yang bersangkutan akan kami minta untuk fokus menjalani proses hukumnya di Polres Gowa,” katanya.

Jika nantinya Mardani divonis pengadilan dan berstatus inkracht, maka eks Sekretaris Satpol PP Gowa itu bisa saja mendapatkan hukuman tambahan dari Pemkab Gowa seperti diatur di Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2020 tentang Perubahan atas PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS.

“Berdasarkan aturan di atas, Pemkab akan meninjau status kepegawaiannya jika sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht),” sebut Adnan.

Setelah pernyataan pencopotan hingga menyerahkan proses hukum pidana Mardani ke kepolisian, barulah Adnan mengaku bila dia juga menegur Pj Sekda Gowa Kamsina.

Adnan tak menjelaskan mengapa Kamsina ikut kena teguran di kasus ini. Namun seperti diketahui, Kamsina ialah pimpinan tim empat operasi pengetatan PPKM Mikro Gowa yang merazia warkop pasangan suami istri, Ivan (24) dan Amriana (34) di Kelurahan Panciro, Gowa, pada Rabu (14/7) malam.

Hingga akhirnya, razia PPKM di rumah Ivan tersebut diwarnai pemukulan oleh Mardani kepada Ivan dan istrinya hingga viral di media sosial.

“Keputusan ini saya ambil berdasarkan kewenangan saya sebagai Kepala Daerah. Keputusan ini sekaligus sebagai warning bagi perangkat pemerintahan dalam menjalankan tugas-tugasnya,” pungkas Adnan.

Lap      : Arianto

Editor  : Redaksi

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.