KUASA HUKUM DUGAAN PENYIMPANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN PT.DOK AJUKAN PENANGGUHAN TERSANGKA AKIBAT MEWABAHNYA VIRUS COVID-19
  Viewer : 340 Kali

Lap; Feriyani/Karin

Jakarta,Libertiekspress-

Berkas perkara tersangka YRM, FYP dan CH, dalam perkara dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) tahun 2012-2017 memasuki proses tahap 2 di kejari jakarta selatan.

Kuasa hukum CH, Ade Anggraini SH MH dan Teuku Mutaqin SH pada hari ini Senin (30/03/2020) berencana akan melakukan penangguhan penahanan, “Kami akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan pada hari ini kepada instansi kejaksaan terkait, dimana instruksi jaksa agung yang menyatakan kepada jajarannya untuk pertimbangkan penangguhan penahanan atas mewabahnya pandemi covid 19”. Tuturnya

Ade menambahkan “Klien kami Sdr. CH akan memberikan kesaksian yang sebenar-benarnya di depan Persidangan, dan mudah-mudahan akan menjadi pertimbangan Majelis Hakim.

“Berdasarkan pasal 10 ayat 3 UU no 13 th 2006 tentang perlindungan saksi dan korban dimana hal tersebut Sdr. CH akan mendapatkan haknya dalam keringanan hukuman, pemisahan berkas dan pemberian penghargaan jika keterangan yg dibeberkan dalam persidangan nanti dapat dibuktikan”, Kata Ade.

Tersangka YRM, FYP dan CH merupakan tersangka dalam perkara tindak pidana perkara pemerasan tersebut menyangkut kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) tahun 2012-2017. Ketiganya diringkus oleh TIM Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) ditempat yang berbeda pada tanggal 2 Desember 2019.

“Kedua oknum jaksa yang telah ditetapkan menjadi tersangka adalah Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI berinsial YRM, Kasubsi Tipikor dan TPPU pada Aspidsus Kejati DKI berinsial FYP. Keduanya terbukti menerima uang dari mantan Manager PT DOK dan Perkapalan Koja Bahari, Muhammad Yusuf, dan Kami berharap Sdr. M Yusuf dapat dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi pelapor dan dapat menjadi tersangka karena diduga kuat M Yusuf main mata dengan oknum jaksa yang memeriksa perkaranya terdahulu, dan Muhammad Yusuf Selaku Inisiator “. Tutur ade.

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.