KASUS KAPUS WAWONDULA SEBUT BAWAHAN KUDUNG TAI ASU TEMPUH JALUR MEDIASI, INI PUTUSANNYA
  Viewer : 2846 Kali

Lap; Herman, S

Lutim,Libertiekspress.Com-

Perseteruan antara Kepala Puskesmas Wawondula, H. Sahmuddin yang di Polisikan oleh bawahannya, Hasnik Rumbang (38) yang berstatus Bidan setelah menerima ucapan yang di duga menodai simbol syiar Islam berujung mediasi damai.

Proses mediasi di aula Polsek Towuti

Pihak Hasnik Rumbang di dampingi sejumlah ormas Islam diantaranya dari Front Pembela Islam dipertemukan dengan Kapus Wawondula di aula Polsek Towuti, Senin (11/5/2020).

Proses mediasi kedua belah pihak tersebut di hadiri Camat Towuti, Kapolsek Towuti, Ketua DPW FPI Luwu Timur,Staf Puskesmas serta kedua pihak.

Kepada awak media Ketua DPW FPI Kab. Luwu Timur Rauf Dewang menyampaikan bahwa Agama Islam diajarkan untuk jadi pemaaf namun tidak serta merta permintaan maaf itu bisa di terima,” Tindakan permintaan maaf itu baik dilakukan. Umat muslim pun dianjurkan untuk ikhlas menerima permintaan maaf, tetapi tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi karna ini menyangkut mencoreng simbol syiar Islam”. Kata rauf

Adapun beberapa point’ Hasil Mediasi tersebut antara lain :
1. Kepala Puskesmas berjanji tidak akan mengulangi ucapannya dan sangat menyesal atas sikap dan ucapannya khususnya kepada Umat Islam dan Korban Bidan Hasni

2. Berjanji memperbaiki kinerja dan kepemimpinannya yang selama ini terkesan arogan dan kurang memberikan teladan yang baik bagi bawahan

3. Menyatakan bahwa bidan Hasni benar2 Tidak Pernah melakukan tindakan tanpa berkoordinasi ke atasannya sebagaimana yg diakui kepala puskesmas sebelumnya

4. Bersedia di tinjau kembali penempatan sebagai kepala puskesmas Towuti

5. Berterima kasih kepada seluruh umat Islam khususnya korban dan perwakilan FPI Luwu Timur yang telah mengingatkan kekhilafan dan kesalahan yang telah diperbuat

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.