DITUDING LAMBAN TANGANI LAPORAN PENCEMARAN NAMA BAIK OLEH AKUN FB AYUDIN , INI TANGGAPAN PENYIDIK
  Viewer : 1703 Kali

Donggala,Libertiekspress.Com- Laporan dugaan pengancaman dan pencemaran nama baik melalui media sosial yang dilayangkan ke Serlin S Pd yang menjabat Caretaker Kades Sindue, Kab. Donggala oleh akun Facebook Ayudin menuju babak baru.

Akun Facebook Ayudin yang dilaporkan ke pihak Polres Donggala dengan nomor: STTL / 97 / II / 2020 /SPKT – III / RES –DONGGALA tersebut dituding melakukan pencemaran nama baik terhadap Serlin.

Bukti Lapor terhadap akun Facebook Ayudin

Menanggapi hal tersebut Kasat Reskrim Polres Donggala AKP Ardi Agung Permadi,S.H,.S.I.K melalui penyidik unit pembantu TIPIDTER, BRIPKA Lukman, S.H mengatakan bahwa proses kasus ini segera ditindak lanjuti namun menunggu pendukung bukti melalui pihak saksi ahli. “Kita sementara proses penyelidikan menunggu proses pengambilan keterangan ahli dari pihak balai bahasa kemudian kita melangkah lagi untuk gelar sidik”.

Lanjut Lukman,”Kami tetap perhatikan semua laporan namun untuk kasus ini kita dengar tanggapan ahli ITE kemudian proses lanjut”.

“Kami sudah serahkan SP2HP kepada pelapor dan kami sudah melakukan pemanggilan terhadap terlapor namun dia tidak datang namun kami tetap akan proses lanjut”. Tutup Lukman.

“Kalau secara pribadi sudah membuat orang itu tidak nyaman berarti dia sudah korban, namun berdasarkan unsur yang ada, kami belum melakukan upaya paksa, kalau nanti harus kami lakukan(terlapor tidak koperatif) maka kami akan jemput untuk dihadapkan ke Penyidik”.Tutup Lukman

Herman,S.Presidium LPPM Indonesia saat ditemui dikediamannya.

Terpisah, Herman S. Salah satu presidium Lembaga Pemerhati &Pemberdayaan Masyarakat  Indonesia (LPPMI) kepada awak media saat ditemui di kediamannya, Kamis(30-4-2020) mengatakan “Pelaporan ini berawal dari postingan pemilik akun Facebook Ayudin di beranda pribadinya serta di kolom komentar postingan Vidio YouTube pasca pilkades beberapa waktu lalu yang menurut pihak terlapor terjadi ketimpangan”.

“Herman,” menambahkan, ” Kita kembali berikan kesempatan kepada jajaran Polres Donggala untuk menindak lanjuti kasus ini secara profesional, Jika laporan ini lagi-lagi tidak ditanggapi secara serius maka kita akan buat Laporan ke Polda Sul-Teng, kalau perlu kita buat tembusan ke Mabes Polri bila kasus ini di biarkan bias”.

“Kasus seperti ini tidak boleh di biarkan bias karena rentan memicu konflik, kan jelas dugaan pidananya sebagaimana yang tertuang dalam UU yang mengatur tentang Informatika Transaksi Elektronik ( ITE ) No 11 tahun 2008 pada pasal 45 ayat 2 yang memiliki muatan dan penghinaan serta pencemaran nama baik di ancam pidana 12 tahun penjara atau denda 12 miliyar”.

“Namun kita tetap menghargai upaya penegakan hukum pihak jajaran Polres Donggala, semoga ini jadi pembelajaran bagi semua untuk bijak dalam bermedia Sosial,” Tutupnya

Penulis; HRM/R1

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.