DI DUGA CEMARKAN NAMA BAIK, AKUN FACEBOOK AYUDIN DI POLISIKAN, LPPMI MINTA POLRES DONGGALA SERIUS TANGANI HAL INI
  Viewer : 1353 Kali

Lap:Mahmud

Donggala, Libertiekspress

Bukti Lapor Serlin, S. Pd

 

Di duga kuat cemarkan nama baik, akun media sosial Facebook atas nama Ayudin resmi dilaporkan ke Polres Donggala, Kabupaten Donggala, Prov. Sulawesi Tengah oleh Serlin S Pd yang menjabat Caretaker Kades Sindue, Kab. Donggala di dampingi sejumlah tokoh dan presidium LPPM Indonesia.

Akun Facebook tersebut dilaporkan ke pihak yang berwajib karena diduga kuat melakukan pencemaran nama baik terhadap Serlin.

Komentar Akun Facebook Ayudin yang menyinggung nama Serlin

Herman salah satu presidium LPPM Indonesia menjelaskan, “Pelaporan ini berawal dari postingan akun Facebook Ayudin (IRT) di beranda pribadinya serta di kolom komentar beberapa waktu lalu”.

“Postingan serta komentar yang berisikan uneg-uneg oleh akun facebook Ayudin itu membuat status dan mengomentari masalah seputar pasca Pilkades serentak 2019 yang di anggapnya sarat akan ketimpangan”. Tambahnya

Serlin yang merasa nama baiknya di cemarkan mengambil langkah hukum dengan di dampingi rekan-rekannya,” Saya beberapa kali di sampaikan teman dan keluarga terkait status akun Facebook Ayudin namun saya malas merespon selama dia tidak menyebut nama, namun begitu saya dapatkan bukti maka saya laporkan ke penegak hukum atas dugaan pencemaran nama baik lewat Facebook”.

Laporan dengan nomor: STTL / 97 / II / 2020 /SPKT – III / RES – DONGGALA menunggu proses hukum selanjutnya, Herman menambahkan, ” Kita berikan kesempatan kepada jajaran Polres Donggala untuk menindak lanjuti kasus ini secara profesional.

Lanjutnya, ” Jika jajaran Polres Donggala tidak menangani hal ini secara serius maka kita akan buat Laporan ke Polda Sul-Teng, kalau perlu kita buat tembusan ke Mabes Polri bila kasus ini di biarkan bias”.

LPPM Indonesia adalah Lembaga Sosial Kontrol yang membangun kemitraan dengan jajaran Mabes Polri, Kejagung serta MA yang dalam perjalanannya telah mengawal dan menyorot sejumlah kasus yang dianggap tidak mendapatkan penanganan secara serius.

“Kasus seperti ini tidak boleh di biarkan berlarut larut, karena sangat rentan memicu konflik, kan jelas dugaan pidananya sebagaimana yang tertuang dalam UU yang mengatur tentang Informatika Transaksi Elektronik ( ITE ) No 11 tahun 2008 pada pasal 45 ayat 2 yang memiliki muatan dan penghinaan serta pencemaran nama baik di ancam pidana 12 tahun penjara atau denda 12 miliyar”. Tutupnya

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.