TAK MAMPU BELI SUSU UNTUK ANAKNYA, JANDA DUA ANAK BUNUH DIRI PASCA LOCKDOWN
  Viewer : 1697 Kali

Libertiekspress.Com-

Akibat Wabah Covid-19 atau Virus Corona Ekonomi Dunia menghadapi krisis terburuk sepanjang sejarah, tidak hanya kalangan menengah keatas yang merasakan dampak tapi masyarakat menengah ke bawah pun makin terpuruk.

Outlook Ekonomi Dunia terjun bebas, tentu pemicu menyusutnya aktivitas ekonomi dunia ini akibat dampak dari mewabahnya Virus corona ini.

Upaya pemerintah hampir disemua negara menutup sebagian besar gerbang ekonomi nasional mereka sebagai upaya meminimalisir penyebaran wabah ini, Dahsyatnya wabah ini melumpuhkan tingkat perekonomian semua kalangan, kelaparan terjadi di mana-mana, jutaan lapangan kerja tutup sehingga pengangguran membludak, sejumlah daerah mewajibkan masyarakatnya untuk tinggal dirumah namun pemerintah tidak memikirkan dampak tragisnya jika masyarakat stay at Home namun tidak dibantu dengan kebutuhan pokok, obat-obatan serta kebutuhan bayi.

Bagi kebanyakan Orang Yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan sehari hari perlahan akan mengalami kelaparan, pada tingkatan tersebut masyarakat menuju proses pilihan kematian yang tragis, diluar rumah mengantisipasi kematian akibat corona, dirumah mati kelaparan, Seperti peristiwa yang dialami seorang ibu rumah tangga di Thailand,
Karena tak mampu lagi beli susu untuk bayinya saat masa Lockdown membuat fikiran Janda dua anak ini kacau hingga memilih langkah tragis untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Diketahui bahwa almarhum baru saja resmi bercerai dengan suaminya, almarhum yang menggantungkan hidupnya dari hasil jualan yoghurt tak mampu lagi beraktivitas akibat larangan pemerintah untuk tidak boleh beraktivitas diluar rumah.

Janda berusia 26 tahun ini ditemukan tewas dengan cara gantung diri pada 20 April kemarin, Janda bernama Irada Lordpet itu nekat mengakhiri hidupnya karena tidak mampu memenuhi kebutuhan susu untuk bayinya.

Dia sebelumnya ternyata kehilangan pekerjaan setelah aturan lockdown diberlakukan di Thailand.

Wanita dari Provinsi Maha Sarakham itu ditemukan gantung diri di dapur oleh kakaknya mempat berupaya melakukan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit. sayang saat perjalanan kerumah sakit upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawa Irada.

Irada yang cuma Jualan Yoghurt memiliki dua putra, masing-masing berusia enam tahun dan enam bulan. Irada berasal dari keluarga yang sangat miskin.

Menurut Somjit Siwai, kepala desa Pao di mana Irada tinggal, korban baru saja bercerai dari suaminya.

Irada mencari nafkah dengan berjualan yoghurt. Tetapi begitu krisis Covid-19 menghantam Thailand, dia kehilangan pekerjaannya.

Akibatnya, Irada mengalami kesulitan keuangan hingga tidak mampu lagi untuk membayar tagihan atau membeli susu bagi anak-anaknya, Sempat Pinjam Uang Ke Kepala Desa
Sebelum bunuh diri, Irada meminta Somjit untuk meminjamkan sejumlah uang kepadanya. Saat itu Somjit menyanggupinya dan mengatakan akan pergi ke bank.

Namun, tidak lama kemudian, Somjit mendapat kabar yang cukup mengejutkan setelah menerima telepon dari ibunya Irada.

Ibunya mengatakan bahwa Irada telah meninggal dunia karena bunuh diri.

Berharap Bantuan untuk Keluarga Korban
Somjit masih khawatir tentang kondisi keluarga Irada. Dia berharap ada sumbangan yang dapat dikirim ke ibunya Irada, Sompong Yola.

Sumber/ SiamSport

ARTIKEL TERKAIT

Please enter your name.
Please enter a valid phone number.
Please enter a message.
Please check the captcha to verify you are not a robot.